Ikhtiar Mencetak Generasi Sebaik-baik Ummat / Khoirul Ummah
Bila istri mulai mengandung, maka
amalan yang dilakukan untuk sang bayi yaitu bacakan Surat Yusuf sehabis Sholat
sekurang-kurangnya sehari sekali dengan harapan agar kelak anak yang dilahirkan
cantik / tampan lahir batin (inner & outer beautiful atau cantik luar
dalam), sebab kalau cantiknya hanya luarnya saja sering-sering hanya bikin
susah orang saja, berbeda kalau cantiknya luar dalam Insyaa Allooh akan membuat
senang semua orang sekitar. Tambah sip lagi kalau disertai sering-sering puasa
sunnah agar pahalanya berimbas pada sang jabang bayi, sehingga diharapkan kelak
tumbuh menjadi anak soleh / solehah. Sebaiknya yang mengerjakan ayahnya karena
ibu hamil memerlukan asupan makanan yang cukup supaya pertumbuhan janin tidak
terganggu.
Di samping itu secara alami ibu
hamil perlu asupan gizi yang cukup agar janin yang dikandungnya sempurna
pertumbuhannya. Ada
rumor agar wanita hamil sering-sering minum air kelapa agar bayinya kelak
kulitnya bersih mulus. Istri saya dulu ketika mengandung anak pertama rajin
minum air kelapa dan ternyata anak saya yang pertama kulitnya putih mulus kayak
orang cina. Sedangkan ketika mengandung anak yang kedua karena sudah lupa tak
pernah minum air kelapa dan ternyata anak saya yang kedua kulitnya berwarna
sawo matang. Barangkali rumor ini benar. Tapi perlu penelitian yang akurat agar
teruji kebenarannya. Karena kulit saya dan istri saya sama-sama berwarna kuning
langsat. Perlu dicoba pada pasangan yang berkulit hitam legam, bila setelah
rajin minum air kelapa ketika hamil dan ternyata bayi yang dilahirkannya bisa berkulit
putih bersih berarti rumor ini benar. Tapi bila tetap hitam juga, berarti ini
hanya sekedar mitos belaka.
Juga sang suami dilarang membunuh
binatang ketika istri sedang hamil karena ada rumor anak yang dilahirkannya
kelak akan cacat, seperti berbibir sumbing, berkaki bengkok malah kadang-kadang
pincang, bertangan keple, bermata juling, pokoknya sesuai dengan perbuatan sang
ayah yang dilakukan ketika istri sedang hamil. Mungkin membunuh cicak,
memancing ikan, menembak binatang, menyembelih ayam dan lain sebagainya. Untuk
yang ini kiranya tak perlu percobaan untuk pembuktian kebenarannya, karena
menganiaya binatang itu berdosa dan dilarang oleh agama.
Pun pula sang suami maupun si
istri jangan sampai mengejek / mencibir orang ketika sedang hamil, karena ada
mitos anaknya kelak mirip orang yang diejek tadi. Yang inipun tak perlu
dibuktikan kebenarannya, karena mengejek / mencibir orang itu berdosa dan
dilarang oleh Agama di mana saja dan kapan saja.
Jika bayi telah lahir maka seyogyanya
ayahnya segera mengandzani di telinga kanannya lalu diiqomati di telinga
kirinya sebagai pengenalan asma Alloh SWT untuk pertama kalinya ketika lahir di
dunia. Kemudian diberi nama yang baik, karena nama adalah do’a. Sebaiknya
nama-nama yang Islami atau setidak-tidaknya campuran antara nama Islami dengan
nama favorit anda, misalnya Tengku Ibrohim, Daeng Anwar, Hang Abdul Mannaan,
Muammar Khan, Don Sulaiman, Husein Syah, Muhtar Pasha, Mang Rifqi, Cut Aisyah,
Dewi Fathimah, Siti Rohmah, Anastasia Maimunah, Sri Atikah, Endang Sakinah, Magdalena
Zumaroh dsb. Jangan memberi nama anak kita sembarangan seperti engkrak,
tomblok, pesek dsb, karena di samping kelak setelah dewasa anak merasa malu
karena bernama jelek juga berarti kita mengharapkan kejelekan pada anak kita.
Alangkah dholimnya kita pada darah daging kita sendiri kalau demikan. Juga
jangan berikan nama yang kedengarannya enak tapi maknanya jelek. Seperti
Mujrimin artinya para pendosa, Musyrikah artinya penyekutu Tuhan dsb. Kalau di
kampung anda ada Kyai / Tokoh Agama yang bisa anda mintai fatwa untuk nama anak
anda, maka sebaiknya mintalah nama pada mereka, atau kalau anda punya buku kumpulan
nama Islami beserta artinya bisa anda buka. Insyaa Allooh penulis akan
memposting nama-nama Islami untuk anak laki-laki maupun perempuan beserta
artinya. Do’akan ya semoga cepat terwujud !!!
Kalau pakai nama dari malaikat
juga pilihlah malaikat yang melayani orang-orang yang baik yaitu Ridhwan
(Malaikat Penjaga Sorga yang berkarakter lemah lembut, ramah tamah serta sumeh
/ murah senyum), Ini berarti
secara tidak langsung kita berharap agar anak kita kelak menjadi anak yang
sopan santun, lemah lembut, ramah tamah pada siapapun, serta murah senyum dan
tidak ingin anak kita kelak menjadi anak yang garang, sadis, kasar, brutal dan
tak punya sopan santun.
Juga kalau anda mampu anak perlu diaqiqahi
dengan kambing 2 ekor kalau laki-laki atau 1 ekor kalau perempuan. Untuk aqiqah
sebaiknya dagingnya dibagikan kepada fakir miskin sekitar setelah dimasak dan sebaiknya orangnya diundang untuk datang ke rumah kita, bukan kita yang memberikan langsung ke rumahnya,
sedangkan untuk korban sebaiknya diserahkan langsung ke rumah orang yang kita beri jangan kita suruh antri sampai berdesak-desakan, kepanasan dan malah sampai ada yang semaput, atau serahkan saja kepada panitia korban yang biasanya
ada di masjid-masjid sekitar kita tinggal.
Hikmah Alloh SWT memerintahkan
kepada kita semua untuk beraqiqah, berkorban, bersedekah, berzakat, berhaji dsb
secara tidak langsung berarti kita dianjurkan untuk menjadi orang kaya, agar
kita mampu menunaikan ibadah tersebut yang pelaksanaannya memerlukan harta
benda, oleh karena itu kita harus giat bekerja dan bersungguh-sungguh dalam
mencari karunia Alloh SWT dengan tetap menjaga keridhoanNya agar kita tidak
menjadi orang miskin yang tak mampu menunaikan ibadah itu semua.
Setelah anak mampu berbicara,
maka kita sebagai orang tuanya wajib mengajarkan ngaji yaitu belajar membaca Al
Qur’an yang kalau di kampung-kampung umumnya yang diajarkan turutan / Juz Amma.
Kalau kita mahir membaca Al Qur’an bisa kita ajari sendiri, tapi kalau tidak
bisa perlu kita bawa ke guru ngaji atau bisa juga kita undang guru ngaji supaya
mengajari anak kita di rumah. Akan lebih efektif lagi kalau anak kita
sekolahkan di Madrasah Diniyyah / Ibtida’iyyah, karena kurikulumnya tidak hanya
baca tulis huruf Arab saja, tetapi meliputi pula pesholatan, serta materi Agama
Islam lainnya sehingga anak kelak mampu melaksanakan sholat, membaca Al Qur’an
serta faham elemen-elemen agama lainnya seperti Tafsir, Hadits, Fiqih, Aqidah,
Ahlak, Sejarah Islam, Bahasa Arab dsb.
Juga anak perlu dipantau
pergaulannya ketika pulang sekolah, jangan sampai ikut-ikutan jadi anak nakal
gara-gara bergaul dengan anak-anak nakal, karena anak suka meniru. Tapi jangan
pula dikekang supaya tidak menjadi anak kuper. Sebaiknya kalau anak kelihatan
kurang normal seperti minder, pemurung dsb maka sebaiknya perlu kita terapikan
pada ahli hipnoterapi supaya perilakunya berubah dari anak minder menjadi anak
yang periang, optimistis serta mudah bergaul.
Jangan sampai diruqyahkan, karena
ruqyah seperti yang ada di televisi beberapa tahun yang lalu itu sebenarnya
salah kaprah, karena yang diruqyah sebenarnya orang waras, setelah diruqyah
malah jadi kayak orang kesurupan. Yang benar adalah orang yang tadinya
kerasukan jin / kesurupan baru diruqyah supaya menjadi waras.
Baca link berikut ini yang membeberkan
dampak dan bahaya ruqyah :
Demikianlah artikel singkat
tentang ikhtiar kita sebagai orang tua untuk mencetak generasi khoiru ummah /
sebaik-baik ummat. Semoga anak-anak kita kelak menjadi generasi muda Islam yang
mampu meninggikan kalimah Alloh SWT sehingga bukan hanya kita saja sebagai
orang tua yang merasa bangga tetapi junjungan kita Nabi Muhammad SAW juga ikut
gembira dengan banyaknya ummatnya yang mampu meninggikan ajarannya yaitu Agama
Islam yang diridhoi oleh Alloh SWT. Karena walaupun datangnya paling akhir,
namun kita sebagai Ummat Nabi Muhammad SAW Insyaa Alloh akan masuk surga
terlebih dahulu sebelum ummat Nabi-nabi terdahulu diijinkan memasukinya.
Tidak ada komentar :
Posting Komentar