Cari Blog Ini

Sabtu, 23 Juli 2016

Ikhtiar Mencetak Generasi Sebaik-baik Ummat / Khoirul Ummah

Ayo Kita Sambut Dan Sukseskan
Gerakan Tagar "2019 GANTI PRESIDEN"
Mari Selamatkan NKRI Tercinta Ini
Dari Makar Jahat Kaum Sepilis Atheis
Serta Intervensi Asing Dan Aseng
Ikhtiar Mencetak Generasi Sebaik-baik Ummat / Khoirul Ummah

Bila istri mulai mengandung, maka amalan yang dilakukan untuk sang bayi yaitu bacakan Surat Yusuf sehabis Sholat sekurang-kurangnya sehari sekali dengan harapan agar kelak anak yang dilahirkan cantik / tampan lahir batin (inner & outer beautiful atau cantik luar dalam), sebab kalau cantiknya hanya luarnya saja sering-sering hanya bikin susah orang saja, berbeda kalau cantiknya luar dalam Insyaa Allooh akan membuat senang semua orang sekitar. Tambah sip lagi kalau disertai sering-sering puasa sunnah agar pahalanya berimbas pada sang jabang bayi, sehingga diharapkan kelak tumbuh menjadi anak soleh / solehah. Sebaiknya yang mengerjakan ayahnya karena ibu hamil memerlukan asupan makanan yang cukup supaya pertumbuhan janin tidak terganggu.

Di samping itu secara alami ibu hamil perlu asupan gizi yang cukup agar janin yang dikandungnya sempurna pertumbuhannya. Ada rumor agar wanita hamil sering-sering minum air kelapa agar bayinya kelak kulitnya bersih mulus. Istri saya dulu ketika mengandung anak pertama rajin minum air kelapa dan ternyata anak saya yang pertama kulitnya putih mulus kayak orang cina. Sedangkan ketika mengandung anak yang kedua karena sudah lupa tak pernah minum air kelapa dan ternyata anak saya yang kedua kulitnya berwarna sawo matang. Barangkali rumor ini benar. Tapi perlu penelitian yang akurat agar teruji kebenarannya. Karena kulit saya dan istri saya sama-sama berwarna kuning langsat. Perlu dicoba pada pasangan yang berkulit hitam legam, bila setelah rajin minum air kelapa ketika hamil dan ternyata bayi yang dilahirkannya bisa berkulit putih bersih berarti rumor ini benar. Tapi bila tetap hitam juga, berarti ini hanya sekedar mitos belaka.

Juga sang suami dilarang membunuh binatang ketika istri sedang hamil karena ada rumor anak yang dilahirkannya kelak akan cacat, seperti berbibir sumbing, berkaki bengkok malah kadang-kadang pincang, bertangan keple, bermata juling, pokoknya sesuai dengan perbuatan sang ayah yang dilakukan ketika istri sedang hamil. Mungkin membunuh cicak, memancing ikan, menembak binatang, menyembelih ayam dan lain sebagainya. Untuk yang ini kiranya tak perlu percobaan untuk pembuktian kebenarannya, karena menganiaya binatang itu berdosa dan dilarang oleh agama.

Pun pula sang suami maupun si istri jangan sampai mengejek / mencibir orang ketika sedang hamil, karena ada mitos anaknya kelak mirip orang yang diejek tadi. Yang inipun tak perlu dibuktikan kebenarannya, karena mengejek / mencibir orang itu berdosa dan dilarang oleh Agama di mana saja dan kapan saja.

Jika bayi telah lahir maka seyogyanya ayahnya segera mengandzani di telinga kanannya lalu diiqomati di telinga kirinya sebagai pengenalan asma Alloh SWT untuk pertama kalinya ketika lahir di dunia. Kemudian diberi nama yang baik, karena nama adalah do’a. Sebaiknya nama-nama yang Islami atau setidak-tidaknya campuran antara nama Islami dengan nama favorit anda, misalnya Tengku Ibrohim, Daeng Anwar, Hang Abdul Mannaan, Muammar Khan, Don Sulaiman, Husein Syah, Muhtar Pasha, Mang Rifqi, Cut Aisyah, Dewi Fathimah, Siti Rohmah, Anastasia Maimunah, Sri Atikah, Endang Sakinah, Magdalena Zumaroh dsb. Jangan memberi nama anak kita sembarangan seperti engkrak, tomblok, pesek dsb, karena di samping kelak setelah dewasa anak merasa malu karena bernama jelek juga berarti kita mengharapkan kejelekan pada anak kita. Alangkah dholimnya kita pada darah daging kita sendiri kalau demikan. Juga jangan berikan nama yang kedengarannya enak tapi maknanya jelek. Seperti Mujrimin artinya para pendosa, Musyrikah artinya penyekutu Tuhan dsb. Kalau di kampung anda ada Kyai / Tokoh Agama yang bisa anda mintai fatwa untuk nama anak anda, maka sebaiknya mintalah nama pada mereka, atau kalau anda punya buku kumpulan nama Islami beserta artinya bisa anda buka. Insyaa Allooh penulis akan memposting nama-nama Islami untuk anak laki-laki maupun perempuan beserta artinya. Do’akan ya semoga cepat terwujud !!!

Ada rumor dan ini memang nyata bahwa kadang setelah diberi nama, seorang anak sering sakit-sakitan atau ada saja gangguan yang tak diinginkan, ini berarti kabotan jeneng (keberatan nama) sebaiknya diganti saja dengan nama yang sesuai. Oleh karena itu kalau di sekitar tempat tinggal anda ada Kyai sebaiknya mintalah fatwa pada mereka saja karena mereka lebih mengerti tentang kaedah pemberian nama pada anak, seperti kalau nama anak tersebut diambil dari nama-nama Alloh yang jumlahnya ada 99 yang sering disebut dengan Asmaa’ ul Husna maka depannya harus ditambahi Abdul yang berarti hambanya, seperti Abdul Ghoffaar = hambanya Yang Maha Pengampun, Abdul Wahid = hambanya Yang Maha Esa, Abdul Fattaah = hambanya Yang Maha Pembuka dsb.

Kalau pakai nama dari malaikat juga pilihlah malaikat yang melayani orang-orang yang baik yaitu Ridhwan (Malaikat Penjaga Sorga yang berkarakter lemah lembut, ramah tamah serta sumeh / murah senyum), Ini berarti secara tidak langsung kita berharap agar anak kita kelak menjadi anak yang sopan santun, lemah lembut, ramah tamah pada siapapun, serta murah senyum dan tidak ingin anak kita kelak menjadi anak yang garang, sadis, kasar, brutal dan tak punya sopan santun.

Juga kalau anda mampu anak perlu diaqiqahi dengan kambing 2 ekor kalau laki-laki atau 1 ekor kalau perempuan. Untuk aqiqah sebaiknya dagingnya dibagikan kepada fakir miskin sekitar setelah dimasak dan sebaiknya orangnya diundang untuk datang ke rumah kita, bukan kita yang memberikan langsung ke rumahnya, sedangkan untuk korban sebaiknya diserahkan langsung ke rumah orang yang kita beri jangan kita suruh antri sampai berdesak-desakan, kepanasan dan malah sampai ada yang semaput, atau serahkan saja kepada panitia korban yang biasanya ada di masjid-masjid sekitar kita tinggal.
Hikmah Alloh SWT memerintahkan kepada kita semua untuk beraqiqah, berkorban, bersedekah, berzakat, berhaji dsb secara tidak langsung berarti kita dianjurkan untuk menjadi orang kaya, agar kita mampu menunaikan ibadah tersebut yang pelaksanaannya memerlukan harta benda, oleh karena itu kita harus giat bekerja dan bersungguh-sungguh dalam mencari karunia Alloh SWT dengan tetap menjaga keridhoanNya agar kita tidak menjadi orang miskin yang tak mampu menunaikan ibadah itu semua.

Setelah anak mampu berbicara, maka kita sebagai orang tuanya wajib mengajarkan ngaji yaitu belajar membaca Al Qur’an yang kalau di kampung-kampung umumnya yang diajarkan turutan / Juz Amma. Kalau kita mahir membaca Al Qur’an bisa kita ajari sendiri, tapi kalau tidak bisa perlu kita bawa ke guru ngaji atau bisa juga kita undang guru ngaji supaya mengajari anak kita di rumah. Akan lebih efektif lagi kalau anak kita sekolahkan di Madrasah Diniyyah / Ibtida’iyyah, karena kurikulumnya tidak hanya baca tulis huruf Arab saja, tetapi meliputi pula pesholatan, serta materi Agama Islam lainnya sehingga anak kelak mampu melaksanakan sholat, membaca Al Qur’an serta faham elemen-elemen agama lainnya seperti Tafsir, Hadits, Fiqih, Aqidah, Ahlak, Sejarah Islam, Bahasa Arab dsb.

Juga anak perlu dipantau pergaulannya ketika pulang sekolah, jangan sampai ikut-ikutan jadi anak nakal gara-gara bergaul dengan anak-anak nakal, karena anak suka meniru. Tapi jangan pula dikekang supaya tidak menjadi anak kuper. Sebaiknya kalau anak kelihatan kurang normal seperti minder, pemurung dsb maka sebaiknya perlu kita terapikan pada ahli hipnoterapi supaya perilakunya berubah dari anak minder menjadi anak yang periang, optimistis serta mudah bergaul.
Jangan sampai diruqyahkan, karena ruqyah seperti yang ada di televisi beberapa tahun yang lalu itu sebenarnya salah kaprah, karena yang diruqyah sebenarnya orang waras, setelah diruqyah malah jadi kayak orang kesurupan. Yang benar adalah orang yang tadinya kerasukan jin / kesurupan baru diruqyah supaya menjadi waras.
Baca link berikut ini yang membeberkan dampak dan bahaya ruqyah :


Demikianlah artikel singkat tentang ikhtiar kita sebagai orang tua untuk mencetak generasi khoiru ummah / sebaik-baik ummat. Semoga anak-anak kita kelak menjadi generasi muda Islam yang mampu meninggikan kalimah Alloh SWT sehingga bukan hanya kita saja sebagai orang tua yang merasa bangga tetapi junjungan kita Nabi Muhammad SAW juga ikut gembira dengan banyaknya ummatnya yang mampu meninggikan ajarannya yaitu Agama Islam yang diridhoi oleh Alloh SWT. Karena walaupun datangnya paling akhir, namun kita sebagai Ummat Nabi Muhammad SAW Insyaa Alloh akan masuk surga terlebih dahulu sebelum ummat Nabi-nabi terdahulu diijinkan memasukinya.

Tidak ada komentar :

Posting Komentar